
“Semua akan Indah pada hal ora “
Beberapa hal mungkin, atau bisa jadi justru banyak hal, agaknya mulai menyebalkan ketika kita memasuki usia yang terus bertambah. Misalnya seolah ada tuntutan untuk semakin tahu apa yang sedang dilakukan, sementara sialnya hidup tidak pernah benar-benar menyediakan manual book yangmenjelaskan bagaimana semua ini seharusnya dijalani.
Kita hanya semakin pandai untuk setidaknya terlihat tahu dan tetap menjalani.
Lulus kuliah, mencari pekerjaan, membangun hubungan, mengoleksi aset, menyusun rencana lima tahun, lalu berusahapercaya bahwa semua itu merupakan bagian dari jalan hidup yang sudah dirancang. Padahal, saat akan menuju kesana bisa jadi kita hanya sedang berputar sambil sesekali mengganti istilah untuk menyebut kegagalan.
Di wilayah semacam itulah The Skit menemukan bahan bakar untuk 1000 Kemungkinan.
Album penuh pertama The Skit, band yang bermarkas di Palurini dirilis pada 4 September 2026. Sebelas lagu dengan durasi sekitar 35 menit ini dikerjakan selama kurang lebih dua tahun, bertepatan dengan masa ketika para personelnya mulai meninggalkan bangku kuliah dan memasuki fase kehidupan yang lebih sulit ditebak. Usia seperempat abad agaknya menjadi semacam titik ketika berbagai pilihan mulai terasa memiliki konsekuensi yang lebih nyata. Pophariini membaca album ini sebagai rangkuman kegelisahan seperempat abad(pophariini.com). Sebuah pembacaan yang cukup masuk akal jika melihat bagaimana 1000 Kemungkinan berulang kali berurusan dengan keraguan, kecemasan, cinta, kegagalan, dan ketidakpastian.
Istilah kegelisahan masa muda sebenarnya sudah terlalu murah. Tinggal ambil tiga kata saja “masa depan, quarter life crisis, dan overthinking”. Selesai. Kita sudah punya sinopsis untuk separuh produk budaya hari ini.
Untungnya, The Skit tidak membuat album yang terdengar seperti sinopsis tadi.
1000 Kemungkinan bukan semata-mata apa yang mereka bicarakan, tetapi bagaimana mereka membuat kegelisahan itu layak didengarkan.
Sebab kecemasan tidak pernah datang dalam bentuk lagu. Dunia sosial tidak tiba-tiba menjelma menjadi gitar, drum, vokal, dan chorus. Ia harus dipilih, dipotong, dirapikan, diberi bunyi, diberi lelucon, lalu dikembalikan kepada kita dalam bentuk yang lebih mudah ditelan, gurih, renyah.
The Skit melakukan pekerjaan itu.
Seribu kemungkinan ?
Judul 1000 Kemungkinan mula-mula bisa saja terdengar begitu optimistis. Seribu kemungkinan seolah berarti seribu kesempatan. Tetapi semakin album ini berjalan, angka seribu justru terasa seperti jumlah masalah yang tak juga menemukan titik terang. Apa saja kemungkinan itu?
Kemungkinan untuk tetap bersama
Kalau harus memilih satu hal yang menarik dari Membelah Neraka, mungkin bukan soal cinta sebagai sesuatu yang romantis, melainkan tentang keputusan untuk tetap berjalan bersama ketika dua kepala tidak selalu menuju arah yang sama. Hubungan tidak selalu dibangun karena dua orang memiliki pandangan yang sama, tetapi justru karena mereka bersedia menghadapi perbedaan itu bersama-sama.
Menariknya, ketidakpastian yang berkali-kali muncul dalam album ini tidak selalu dihadapi dengan mencari jawaban. Dalam Membelah Neraka, ia justru dihadapi dengan memilih seseorang.
The Skit tidak sedang membuat lagu cinta yang terlalu manis. Ada sedikit sikap bandel di dalamnya yang terasa sangatSEKITTTT. Cinta di sini bukan jawaban atas semua persoalan. Ia lebih seperti keputusan untuk tidak menghadapi persoalan sendirian.
Mungkin sia-sia ?
Mimpi/Sia-Sia membawa semua persoalan kehidupan yang nyaris selalu hadir dan di ekspresikan secara fisik justrukembali ke kepala. Mimpi umumnya diperlakukan sebagai sesuatu yang harus diperjuangkan. Tetapi The Skit menyisipkan satu kata yang cukup mengganggu di belakangnya “sia-sia”.
Dua kata itu membuat mimpi tidak lagi terdengar heroik. Kita bisa menginginkan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan tetap gagal mendapatkannya. Menyebalkan menjadi dewasa saat menyadari bahwa tidak semua usaha otomatis menghasilkan sesuatu.
Kemungkinan bukan hanya kesempatan, tetapi juga gagal, salah memilih, berubah pikiran, atau menyadari bahwa sesuatu yang dulu kita kejar ternyata tidak lagi kita inginkan.
The Skit tidak menjual kesembuhan.
Tapi setidaknya menyajikan teman untuk menemani kebingungan.
Nyalakan
Di antara sebelas lagu, Api api API mungkin menjadi lagu yang paling penulis sukai. Ada sesuatu yang sederhana sekaligus mengganggu disana, keinginan untuk menyalakan kembali sesuatu yang pernah hampir padam.
Tidak terdengar seperti lagu yang sedang mencari jawaban atas hidup. Sebaliknya, ada semacam tenaga untuk bergerak lagi meskipun keadaan belum benar-benar berubah. Tidak semua hal harus selesai untuk membuat kita kembali berjalan.
Api api API seperti mengingatkan bahwa kemungkinan juga berarti masih adanya sesuatu yang bisa dicoba. Tidak selalu berhasil, tentu saja. Tetapi setidaknya apinya belum benar-benar mati.
The Skit juga tidak menyelesaikan persoalan itu.
Tidak ada kalimat sakti tentang “proses tidak akan mengkhianati hasil”.
Ini Bagus dan agak brengsek. Sekali lagi… itulah SKIT dimata saya.
Karena memang ada persoalan yang tidak membutuhkan jawaban hari ini. Kita hanya terlalu terbiasa hidup dalam kebudayaan yang meminta setiap masalah segera berubah menjadi pelajaran.
Rasanya The Skit menolak sedikit tuntutan tersebut.
Kesepian Sedikit Brengsek
Bait-Bait ini Penuh Dosa membawa kegelisahan dari kepala ke dunia luar. Ada pertemuan yang lebih ekstrim yaitu algoritma atau kita sebut saja “klenik kontemporer”, kesamaan dengan orang lain jelas mudah ditemukan sekarang. Caranya tinggal ketik kata kunci di fitur pencarian sosial media lalu kita bisa terhubung dengan orang yang kita belum tahu nyatanya. Tetapi meski begitu mengapa masih ada rasa asing atau terasing?
Ini jadi salah satu bagian paling menarik dari album karena kesepian tidak dipahami hanya sebagai persoalan personal. Kemudahan terhubung membuat kita mudah masuk ke banyak lingkungan meski kadang tetap merasa salah kamar.
Begitulah The Skit memasak segala yang ada di kepala dan hati mereka
Itulah yang membuat 1000 Kemungkinan layak dibaca sebagai anak kandung budaya populer hari ini. Apa yang terjadi dalam dunia sosial tidak pernah masuk begitu saja lalu menjadi karya. Ia sudah mengalami proses penyaringan. Dan karya selalu lahir dari bagaimana manusia mengalami dan menangkap yang inderawi dari segala hal di luar dirinya
Dan semuanya akhirnya menjadi sesuatu yang bisa kita dengarkan sambil ngopi, naik motor, atau bisa jadi sambil mengumpat pada situasi.
Pop tidak harus pura-pura bodoh
Musik menjadi bagian inti sebagai wahana dari segala kerumitan hidup. Secara musikal album ini begitu mewakili tema yang kalau bahasa gaulnya sering disebut quarter life of chrisis
Lalu ada anggapan bahwa ketika musik menjadi mudah dinikmati, ia otomatis kehilangan kedalaman.
1000 Kemungkinan rasanya tidak begitu, meskipun juga tidak selalu berhasil sepenuhnya.
Ringan tidak = dangkal.
Musik yang mudah dicerna justru bisa menjadi kemungkinanagar persoalan yang rumit beredar lebih jauh. Orang tidak harus memahami teori sosial tentang alienasi untuk merasa relate ketika mendengar lagu tentang kesepian. Tidak perlu membaca buku tentang ketidakpastian hidup untuk mengerti rasanya gagal lagi setelah merasa sudah belajar dari kegagalan sebelumnya.
Meskipun di sisi lain, popularitas tentu juga punya risiko,kegelisahan dapat berubah menjadi komoditas yang nyaman.
Kita mengkonsumsi lagu tentang kesepian, menyanyikannya bersama, kemudian kembali ke kehidupan yang membuat kita kesepian.
Sedikit ironi.
Dan agak menyedihkan.
1000 Kemungkinan juga bisa berada di wilayah tersebut.
Ia mengambil pengalaman sosial yang cukup berat lalu menjadikannya produk budaya yang menyenangkan. Saya tidak menganggap itu sebagai dosa. Justru di situlah fungsi penting musik populer bekerja. Tetapi kita tetap perlu melihat prosesnya dengan sedikit curiga.
Sebab ketika penderitaan sudah menjadi lagu yang enak dinyanyikan, kita bisa lupa bahwa penderitaan itu sendiri masih ada.
Hanya soundtrack
Akhir kata, 1000 Kemungkinan bukan album yang menawarkan jawaban dari seribu kemungkinan. Ia bahkan tidak selalu menawarkan sesuatu yang baru secara tematik.
Kekuatan utamanya justru terletak pada kemampuan The Skit mengemas kegelisahan yang sudah sangat akrab menjadi bentuk yang terasa dekat, lucu, dan tidak sok tahu.
Kelemahannya juga berada di sana, beberapa persoalan berulang dan tidak semuanya memperoleh kedalaman yang berbeda.
Karena mungkin album ini memang tidak ingin menjadi buku panduan kehidupan.
Ia hanya ingin menjadi musik.
Dan sepertinya itu sudah cukup.
Saat sekeliling kita menuntut untuk segera menentukan masa depan, menjadi produktif, menemukan tujuan, dan segera tahu hendak menjadi apa, 1000 Kemungkinan memilih mengatakan sesuatu yang lebih sederhana “kita tidak tahu” ini sangat Skit.
Ada seribu kemungkinan.
Tidak ada jaminan.
Besok mungkin lebih baik, bisa juga tidak.
Sementara, next song brad.